Friday, 27 April 2012

Kegagalan adalah Awal yang baik

      Pagi ini Kegagalan adalah tema yang saya ambil..."
Kegagalan yang terselimuti oleh keceriaan dimana Keceriaan terkadang membuat kita lupa akan semua masalah yang kita hadapi...''Kebahagiaan muncul karna rasa ingin merasakan...''ketika ceria mulai habis..,Gundah pun muncul.''masalah datang silih berganti dari apa yang kita pernah rasakan..'!!!
     Sungguh ironis jika kita terus-terusan terpuruk dalam pilihan yang tak kunjung benar...''Pilihan adalah permainan lottre..''ada kemungkinan kemenangan yang kita dapatkan bisa juga musibah yang kita dapatkan..''Milah-memilah adalah hal yang perlu dilakukan dalam menentukan setiap pilihan..''kegagalan dalam hidup tak masalah,tapi hidup terus dalam kegagalan adalah kebodohan yang nyata..''Dunia akan terus berputar...pilihlah hari esok yang lebih baik...untuk hasil yang baik..''


Wednesday, 25 April 2012

Ketikan Jari_jemari dikala Malam menyelimuti

"Malam yang hening mulai memperlihatkan semua keindahan yang sebelumnya tertupi oleh kebohongan.....
ketika jari jemari dihadapkan pada kekakuan hidup,entah apa yang akan dilakukan manusia....
setiap kebajikan dalam hidup pastilah dapatkan hasil yang baik....
Mengeluh dan putus asa adalah teman manusia...sedikit diantara mereka yang mampu bertahan...dan banyak juga diantara mereka yang musnah akibat pilihan yang salah.
Semua masalah dalam hidup sepatutnya kita syukuri sebagai nikmat dari perhatian sang pencipta kepada umatnya...jangan malah dijadikan tembok pelampiasan akan kesulitan hidup...''
Takdir manusia memang tak bisa dirubah.....Tapi Nasib setiap manusia bisa dirubah,tak jauh untuk meminta....tak berat untuk melakukannya...''cukup diri kita masing-masing yang melakukannya...Nasib kita harus dirubah oleh kita...jangan minta orang lain untuk merubahnya..yang ada malah kita dijadikan budak abadi dalam menentukan arah hidup kita.

Konspirasi sudah menjadi tatanan yang baik jika dilakukan dijalan yang baik....manusia adalah mahluk lemah,tak bisa hidup sendiri tak bisa bangkit sendiri....''
Tak pantas jika kita menyandang mahluk paling mulia jika kita bisanya hanya mengeluh saja...''
Tautanku malam ini...semoga bermanfaat buat ku dan buat kita semua.

"Sejuta ocehan akan mudah kita lupakan...namun sebaik tulisan akan selalu terlihat dan tertanam dalam jiwa yang bersih...''

Aku hanya mengharapkan yang terbaik dari setiap tindakan dan keputusan..''

Salamku.._Galuh_Berkelana (Pemuda kampung yang tersesat di peradaban Ibu kota)
25 April 2012

Tuesday, 17 April 2012

Peter Butler: Atmosfer Bandung Seperti Liga Inggris

 Seperti yang dilansir : http://simamaung.com
            Selain senang dengan hasil kemenangan 3-2 timnya atas tuan rumah Persib Bandung, pelatih Persiba Balikpapan, Peter Butler juga memuji atmosfer pertandingan di stadion Siliwangi hari Minggu malam ini. Pelatih asal inggris ini mengaku pertandingan ini seperti pertandingan liga di negaranya.
“Permainan yang bagus. Persib tim yang baik. Penonton disini juga bagus sekali, atmosfer pertandingannya seperti di Inggris. Tapi saya lebih senang karena kita dapat 3 poin,” ujar Peter Butler menggunakan bahasa Indonesia.
            Kunci mengapa Persiba bisa menang menghadapi Persib, Peter dengan bangga menyebutkan bahwa para pemainnya malam ini bisa bermain berani, kerja keras serta bermain kompak. Berdasarkan pengalamannya melatih, Butler menginginkan tim yang diasuhnya selalu bermain berani seperti malam ini.”Selalu main berani, walaupun hasilnya cuma satu poin itu tidak apa-apa. Pengalaman di beberapa negara saya ingin tim saya berani,” ulang Butler.
         Setelah melewati dua pertandingan tandang dengan hasil kemenangan dan mencetak 6 gol, timbul pertanyaan apa yang menjadi rahasia Butler dalam membentuk tim Persiba yang berbahaya. Ternyata dengan yakin pelatih yang dekat dengan Robbie Gaspar ini mengatakan bahwa salah satunya adalah dari hasil analisa video yang dilakukannya bersama asisten pelatih. Kerja keras yang dikombinasi dengan presentasi dan analisa video inilah yang diyakini Butler bisa membentuk karakter permainan Persiba sesuai dengan keinginannya.
            Sementara ketika ditanya tentang peranan Asri Akbar yang mencetak dua gol dalam pertandingan ini. Butler melihat bahwa tetap saja apa yang diperoleh tim itu adalah hasil dari permainan tim. “Oke lah hari ini dia cetak dua gol, tapi saya ingin para pemain ini seperti keluarga. Semua hasil kerja tim. Asri main di posisi saya ketika saya main di inggris. Saya banyak diskusi, saya duduk bicara dengan semua pemain dan pelatih, dan kita buat evaluasi, saya mau dia terus belajar,”tutupnya.

Boay"De_Anyun90'

Sunday, 15 April 2012

"SLANK" Tepi Campuhan


Kulepas mata memandang
Sawah hijau membentang
Dua ekor anjing berkejar-kejaran
Menyusuri pematang… tepi Campuhan
Kulepas otak melayang
Ikuti semua kenyataan
Dua burung putih turun ke ladang
Mengganggu mimpi-mimpiku
Tepi Campuhan aku sendiri
Menahan hening redup senja ini
Tepi Campuhan aku menyepi
Menahan dingin kabut senja ini
Di sini aku sendiri
Di siniku saat ini nikmati sepi
Hujan turun tak juga berhenti
Halangi sunset yang kunanti
Sepasang capung menginjakkan kaki di kali
Lalu terbang dan hinggap di bunga
Sembunyi diriku dalam pelukan alam
Hindari semua kenyataan
Menggigil tubuhku sadari alam
Di sini aku kecil dan tak berarti

Boay"De_Anyun90'

Tuesday, 10 April 2012

Ijasah Sarjana Tidak Berguna!

terInspirasi dari --->
 Saya pun terpaksa menulis judul itu....
Judul itu memang provokatif dan emosional. Itu merupakan bentuk kekesalan saya terhadap ijasah sarjana yang saya miliki. Saya akui, sebagai manusia bodoh, kesalahan bermuara pada diri saya sendiri. Bisa jadi saya tidak siap dengan tujuan-tujuan hidup yang tidak tercapai maupun belum tercapai.
Ijasah sarjana memang penting, tetapi bukan segala-segalanya. Ada sebagian orang merasa ijasah sarjananya berguna. Ijasah itu menjadi salah satu daya tawar untuk melamar kerja. Misalnya, pegawai negeri sipil (PNS). Selain itu, tak sedikit sarjana yang bekerjanya tidak sesuai gelar kesarjanaan.
Memang, saya menilainya dari sisi negatif, termasuk pada diri saya sendiri. Sungguh itu tak bijaksana. "Hanya aku ... yang menjadikan diriku berharga" (A.A. Navis dalam novel Saraswati: Si Gadis dalam Sunyi, 2002:15). Sebaiknya saya mencamkan baik-baik kutipan itu. Kesuksesan memang tidak selalu identik dengan gelar sarjana yang disandang. Bahkan, kalau mau curang, silakan beli gelar sarjana. Harganya bervariasi. Ada yang bilang Rp 12.000.000,- untuk ijasah sarjana tanpa ada perkuliahan pada umumnya.
Saya mendengarnya dari seorang bapak, tetangga yang tinggal di dusun sebelah. Anaknya dibelikan ijasah sarjana akuntansi. Kemudian, anaknya juga dibelikan bangku PNS pada suatu dinas. Ada juga yang membeli ijasah sarjana komputer. Saat diminta mengoperasikan komputer, sang sarjana tidak bisa. Saya mengatahuinya dari koran lokal. “Semua tergantung dari putusan pengadilan,” kata bapak yang kenal dengan bupati itu tadi.
Bapak yang pernah saya temui di sawahnya itu juga menawarkan bangku PNS pada saya. Dia menawarkan Rp 175.000.000,- pada keluarga saya. Sungguh jumlah yang tidak kecil. Saya pun berkata, “bukankah formasi sosiologi nonkependidikan tidak ada di kabupaten ini.” “Itu semua bisa diatur dengan meminta formasi,” kata sang bapak tadi.
Uang, uang, dan uang. Bangku PNS pun dapat dibeli dengan uang. Permintaan orang yang ingin menjadi PNS tinggi. Sebagian bangku PNS pun dijual dan penjualnya mendapatkan uang. Lowongan pekerjaan pun menjadi bisnis. Sebagian orang menyayangkan cara sogok itu sebagai cara yang tidak jujur. Memang, pekerjaan seperti PNS rawan cara-cara seperti itu. Rebutan pekerjaan pun tak terhindarkan.
Harga pekerjaan seperti PNS untuk formasi tertentu lebih tinggi daripada uang. Uang harus berbicara dan bertindak demi sebuah pekerjaan, status. Tentu saja masa depan seseorang yang menyangkut karier atau pekerjaan sampai pada jodoh dan kehidupan rumah tangga. Memang, pekerjaan tidak sama dengan jodoh dan kehidupan rumah tangga. Namun, antara karier dan kehidupan rumah tangga memiliki kaitan erat. Maka dari itu, pengangguran bisa menjadi masalah.
Saat tulisan ini saya godok, saya juga mendengar tentang jual beli pekerjaan. Pekerjaan itu adalah karyawan pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kabarnya, untuk dapat menjadi karyawan di SPBU itu seseorang harus merogoh kocek Rp 10.000.000,-. Tetangga saya pernah tertipu dengan iming-iming pekerjaan itu meskipun pada akhirnya uangnya bisa kembali, tetapi tidak seluruhnya.
Dalam pembicaraan itu sang bapak secara tersirat merendahkan ijasah sarjana saya. Buktinya, meskipun saya sudah bergelar sarjana, tetapi masih pengangguran. Belum bisa mencari uang sendiri. Seringkali kesuksesan dinilai oleh jumlah uang yang didapat. Dalam hati saya ingin marah. Namun bagaimana lagi, saya memang tipe manusia bodoh.
Dalam hati saya berkata, “sudahlah, tidak jadi PNS guru sosiologi juga tidak apa-apa. Biarlah ijasah sarjana saya tidak berguna meskipun selama enam tahun kuliah, orang tua saya sudah mengeluarkan uang sekitar Rp 50 juta.” Jumlah itu tentu tidak sedikit untuk keluarga petani seperti orang tua saya. Mudah-mudahan ini tidak menjadi beban yang berlebihan untuk saya.
Mungkin saya salah pilih jurusan saat kuliah. Mungkin juga saya salah memilih perguruan tinggi. Atau jangan-jangan garis hidup yang saya maupun bentukan masyarakat memang begitu. Bisa pula Tuhan memang menentukan seperti ini. Jika saat itu saya memilih pendidikan komputer atau pendidikan bahasa Jawa mungkin saya dengan mudah bisa menjadi PNS. Kabarnya formasi untuk guru bahasa Jawa ada yang tak terisi. Komputer pun masuk dalam mata pelajaran sehingga kebutuhan akan guru komputer terbuka lebar.
Sayangnya, saya tak bisa kembali ke masa lalu. Jika saya dapat kembali ke masa lalu dan berpikir seperti sekarang maka juga tak ada jaminan saya tidak akan mengeluh. Saya yakin pilihan saya saat itu sudah yang terbaik. Saya berusaha ikhlas menerima pilihan saya sendiri. Saya pun bersyukur dan berusaha tidak terlalu menyesal. Tinggal bagaimana mengelola keadaan sekarang ini untuk hari esok yang lebih baik.
Benar juga. Setiap orang sebaiknya tidak perlu sekolah sampai perguruan tinggi. Apalagi jika jurusan yang dipilihnya kurang cerah. Terlebih lagi salah memilih jurusan. Diprediksi setelah lulus kuliah akan sulit mendapatkan pekerjaan. Apalagi pegawai negeri sipil (PNS). Kecuali jika sebagai orang Jawa mau merantau, misalnya ke Kalimantan. Kabarnya kesempatan menjadi PNS terbuka lebar di sana. Meskipun demikian, nasib seseorang ke depan tidak ada yang tahu.
Saya sendiri belum siap merantau, misalnya ke Kalimantan. Seakan-akan di kampung inilah saya akan mengais rezeki. Di dusun ini pula saya berharap bisa bermanfaat bagi masyarakat saya. Di sini pula saya akan mati dan dikuburkan bersama orang-orang lainnya yang telah mendahului. Agaknya itulah pilihan hidup saya sampai hari ini.
Seorang sarjana juga bukan manusia super. Apalagi tipe sarjana bodoh seperti saya. Sarjana juga manusia biasa pada umumnya yang juga menjalani kehidupan getir. Dari segi pendapatan saya masih kalah dengan seorang lulusan SMA swasta, tetangga saya. Ibunya kaya dan membuatkannya rumah besar sekaligus pertokoan. Dia yang memiliki mobil itu tidak perlu susah-susah kuliah. Tidak perlu bersusah payah mengerjakan skripsi. Tidak kuliah pun dia sudah kaya dengan melebarkan sayap bisnis ibunya. Membuka toko dan memberikan pinjaman uang dengan jaminan surat berharga seperti BPKB kendaraan bermotor.
Teman saya saat Sekolah Dasar (SD) yang lulusan Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) juga tergolong sukses. Bahu membahu bersama suaminya bisnis bidang jasa pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia. Sebelumnya suami istri itu juga menjadi tenaga kerja di Malaysia. Jadi, tujuannya memang mencari uang.
Jadi, saat saya kuliah, teman SD saya itu sudah mencari uang. Saya sendiri juga berusaha mencari uang saat kuliah, tetapi sulit. Saya hanya bisa melakukan seperti senantiasa mencari tempat kos yang nyaman dan murah. Karena itu, saya sempat pindah kos sebanyak tiga kali. Justru, orang tua saya malah mengeluarkan uang untuk kuliah saya.
Ada lagi contoh lain. Tetangga depan rumah saya sekarang memugar total rumahnya dengan rumah tingkat. Kata orang-orang dia menjadi makelar tanah dan untung Rp 25.000.000,- dalam sekali transaksi penjualan tanah. Kalau tidak salah dia yang sudah bercucu dua itu hanya lulusan SD.
Hal kecil manfaat kuliah yang saya petik adalah kesadaran menggosok gigi. Mungkin jika saya tidak kuliah maka saya tidak akan tahu bahwa ada karang gigi di gigi saya. Kini, saya menyikat gigi secara teratur meskipun hanya saat sebelum tidur malam. Saya juga membiasakan diri memakai dental floss untuk membersihkan sisa makanan yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi.
Akan tetapi, sebetulnya kesadaran akan kesehatan gigi itu tidak harus diperoleh lewat kuliah seperti saya. Seseorang dapat menemukan informasi tentang kesehatan gigi dari membaca. Misalnya dari internet. Mungkin juga gigi seseorang memang kuat sehingga tidak memerlukan perawatan gigi yang ekstra.
Di samping itu, seakan-akan studi untuk meraih gelar sarjana selama hampir enam tahun juga sia-sia. Selama studi itu seakan-akan saya hanya menjadi konsumen kertas. Bayangkan, terkadang dosen meminta mahasiswa untuk membuat makalah yang harus dicetak dengan printer. Selama enam tahun itu sudah lebih dari 5 rim HVS telah saya habiskan. Termasuk saat pembuatan skripsi.
Dalam batas tertentu, kuliah hanya menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya yang sia-sia. Beberapa dosen terkesan mengajar secara asal-asalan. Konsepnya usang dan membuat mahasiswa bosan. Kebosanan itu terkadang diekspresikan mahasiswa lewat tulisan tipe x warna putih di balik bangku kuliah. Penugasan seperti pembuatan makalah seolah-olah dosen mempermainkan mahasiswa. Akar filsafat pendidikan pun rapuh. Bisa jadi ini hanya pengalaman saya yang subyektif.
Sebaiknya saya memang tidak perlu terlalu merasa sebagai satu-satunya orang yang paling menderita di dunia ini. Kiranya ini bukan akhir dari segalanya. Masih ada kesempatan lain meskipun saya tidak tahu kapan kesempatan itu akan datang. Dalam setiap ikhtiar yang setiap orang lakukan, jalan hidup setiap orang berbeda-beda.

Sunday, 1 April 2012

Maafkan Aku Ibu

Sedih memang jika terus ku ingat waktu itu....''
kini aku hanya bisa menyesalinya"semua perbuatanku padamu....sosok yang sangat berarti dalam hidupku..
"Maafkan Aku Ibu"
Kau yang melahirkanku..membesarkanku dan mendidikku dengan pengorbanan waktumu..''
Aku telah banyak membohongimu hanya demi menutupi kesenanganku semata..."

 Kini aku tersadar bahwa hanya dirimu yang patut aku sayang dari sekian banyaknya manusia di dunia ini...''

Maafkan aku Ibu...
Maafkan semua kesalahanku...
(Semoga Tuhan selalu menjagamu melindungimu dan memberikan kebahagiaan padamu dari resah hati perbuatan anakmu ini....Insyaalloh aku pulang untuk mencium harum wangi kakiku Ibu..'')
"Jagalah Hati Ibumu....jangan ada penyesalan telah dilahirkannya..''
__Ibumu tau yang terbaik itu hanyalah dirimu_Anaknya sendiri,bukan orang lain__

Boay"De_Anyun90'